WAHANANEWS.CO, JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, ada sejumlah modus operandi yang digunakan oleh para pelaku penyelundupan. Salah satunya adalah menyembunyikan barang ilegal di antara barang resmi dalam satu kontainer.
"Atau juga modus yang lain adalah barang (yang diseludupkan) tersebut, dikaroseling dalam artian dia pura-pura diekspor tetapi kemudian kembali lagi ke dalam negeri," ujarnya dikutip dari kompas.com, Rabu (5/2/2025).
Baca Juga:
Anggaran Pendidikan 2026 Sebesar Rp757,8 Triliun, Naik 9,8% dari Outlook 2025
Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menemukan pelaku yang menggunakan kapal berkecepatan tinggi, yakni sekitar 70 knot, untuk mengirimkan barang-barang selundupannya.
Ia juga mengungkapkan, bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sebanyak 351 pelabuhan tikus yang diduga digunakan sebagai lokasi penyelundupan barang di Indonesia.
Tak hanya itu, beberapa pelaku penyelundupan juga menggunakan perahu kayu yang tidak resmi untuk berlabuh di pelabuhan-pelabuhan tersebut.
Baca Juga:
2026 Iuran BPJS Kesehatan Naik, Menkeu Ungkap Alasannya
"Disampaikan oleh Pak Menko (Polkam) ada 351 pelabuhan tikus yang sudah teridentifikasi sebagai landing spot dari penyelundupan," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan menambahkan bahwa pihaknya telah memetakan ratusan jalur tikus penyelundupan.
"Jalur tikus ada di sepanjang Sumatera bagian timur sudah terpetakan oleh kami. Makanya ada satgas darat khusus menangani perbatasan laut, utamanya Sumatera bagian timur," kata Budi.
Ia juga menjelaskan bahwa satgas yang telah dibentuk akan ditambah kekuatannya, mengingat padatnya lalu lintas laut di jalur tikus tersebut.
"Kalau dari pemetaan jumlah lebih dari 300," pungkasnya.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]