WAHANANEWS.CO, Jakarta - Klarifikasi resmi operator taksi listrik Green SM Indonesia justru memantik amarah publik setelah tragedi maut di Stasiun Bekasi Timur, karena dinilai minim empati dan tak memuat permintaan maaf kepada korban.
Pernyataan yang dirilis melalui akun Instagram resmi @id.greensm pada Selasa (28/4/2026) dini hari itu menuai kecaman luas dari masyarakat.
Baca Juga:
KNKT Bongkar Kendala Investigasi Tragedi Kereta Bekasi Timur: Data Digital Sulit Dibuka
Insiden tragis tersebut bermula pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB ketika sebuah kendaraan taksi listrik Green SM mogok di perlintasan sebidang dekat Stasiun Bekasi Timur.
Diceritakan Ahmad, saksi mata yang berada sekitar 50 meter dari lokasi kejadian, situasi berlangsung mencekam saat kendaraan tak bisa bergerak di tengah lintasan rel.
“Pas di tengah perlintasan kereta api taksinya mogok,” ungkapnya.
Baca Juga:
Fakta Mengejutkan Kecelakaan Bekasi Timur, Taksi Green SM Ternyata Telat Servis 9.000 KM
Tak lama setelah itu, peringatan kedatangan KRL Commuter Line dari arah Cikarang menuju Jakarta mulai berbunyi.
Upaya evakuasi kendaraan sempat dilakukan oleh penjaga perlintasan bersama warga sekitar, namun tidak membuahkan hasil.
“Dia mau dorong juga tapi taksinya nggak bergerak,” tutur Titi.