WAHANANEWS.CO - A-Green di RW 09 Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, menjalani verifikasi lapangan Program Kampung Iklim (ProKlim) Lestari Tahun 2026 yang dilakukan Tim Verifikasi ProKlim dari Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) RI, Senin (20/7/2026).
Kegiatan verifikasi yang berlangsung selama dua hari hingga hari ini, Selasa, 21 Juli tersebut menjadi tahapan penting dalam proses penilaian ProKlim Lestari 2026 guna memastikan implementasi program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dijalankan masyarakat secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Askesra DKI Buka Turnamen Mini Soccer Piala Wali Kota Jakbar 2026, Tekankan Pembinaan Atlet Sejak Dini
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, mengatakan perubahan iklim merupakan tantangan global yang harus dihadapi secara bersama melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Menurutnya, Program Kampung Iklim menjadi salah satu strategi efektif untuk memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.
"Program Kampung Iklim merupakan upaya membangun ketahanan masyarakat melalui aksi nyata di tingkat lingkungan. Keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat," ujar Iin.
Baca Juga:
A-Green Raih Juara 1 Lomba Urban Farming Kampung Mandiri Pangan Tingkat DKI Jakarta
Andi Tjahja, Pengelola A-Green tengah menjelaskan tentang Komunitas A-Green kepada tim verifikator Kemen LH.
Ia menilai A-Green yang terletak di RW 09 Kelurahan Meruya Utara telah membuktikan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya berorientasi pada kebersihan kawasan, tetapi juga mampu memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan kesehatan bagi masyarakat.
Berbagai inovasi yang dikembangkan di A-Green tersebut meliputi pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber, penghijauan kawasan melalui urban farming, konservasi air dan energi, penguatan ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan ekonomi sirkular.
Termasuk pendidikan lingkungan, kegiatan olahraga dan seni, aktivitas sosial kemasyarakatan, hingga membangun kemitraan dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas.
Menurut Iin, seluruh program tersebut merupakan bentuk nyata implementasi pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menciptakan kota yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Selain itu, berbagai kegiatan yang dijalankan masyarakat RW 09 Meruya Utara juga mendukung Gerakan Pilah dan Olah Sampah dari Sumber yang terus diperkuat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat sebagai upaya mengurangi timbulan sampah sejak dari rumah tangga.
Verifikasi lapangan yang dilakukan Tim Kementerian Lingkungan Hidup RI tidak hanya menjadi proses penilaian administratif, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap konsistensi masyarakat dalam menjalankan berbagai aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Pemerintah Kota Jakarta Barat berharap hasil verifikasi tersebut dapat semakin memperkuat posisi RW 09 Kelurahan Meruya Utara sebagai kawasan percontohan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat serta menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mewujudkan lingkungan yang hijau, sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
Andi Tjahja, Pengelola A-Green mengapresiasi Tim Verifikasi ProKlim dari Kementerian Lingkungan Hidup RI selama dua hari.
Hari pertama berpusat di RW 09 sebagai RW utama dan pembina, lalu hari kedua adalah verifikator berkunjung ke RW-RW binaan di Jakarta Barat.
Menurut Andi, proses verifikasi ProKlim ini adalah bukti nyata komitmen A-Green RW 09 Meruya Utara dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Proses verifikasi ProKlim kemarin adalah bukti nyata komitmen warga A-Green RW 09 Meruya Utara Jakarta Barat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” kata Andi yang ikut mendampingi tim verifikasi selama berada di lokasi A-Green.
Andi juga mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak sebagai bukti bahwa adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis komunitas benar-benar berjalan konsisten di wilayahnya.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak, mulai dari masyarakat hingga tim verifikator, yang membuktikan bahwa aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis komunitas benar-benar berjalan konsisten di wilayah kami,” ungkap Andi kepada WahanaNews.co, Selasa (21/7/2026).
Bagi A-Green, kata Andi, apresiasi Proklim Lestari ini bukanlah tujuan utama, melainkan motivasi berkelanjutan untuk terus menguatkan ketahanan lingkungan.
“Kami berharap langkah kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat yang lebih luas untuk turut serta menjaga bumi,” pungkas Andi.