Yang utama dari agenda Ibu Shinta adalah Sahur bersama kaum duafa. Namun, dalam batas tertentu selalu dimungkinkan untuk menyelenggarakan buka puasa bersama.
Bagi Komisi HAK KWI, lanjut Rm Aloys Budi, menerima kehadiran Ibu Shinta Nuriyah merupakan suatu kehormatan dan barokah yang ditempatkan dalam agenda Kerjasama Lintasagama.
Baca Juga:
Dukung Deklarasi Jakarta-Vatikan, KWI Anugerahi ‘Sehati Seperjalanan’ Pemuda Lintas Agama
Itulah sebabnya, selaku Sekretaris Eksekutif Komisi HAK KWI, Romo Budi melibatkan unsur lintasagama dalam penyelenggaraan Buka Bersama ini.
Antara lain, Buka Bersama diwarnai dengan Sholawat Hadroh asuhan Lukmanul Hakim dan Penari Sufi dari Semarang, Rahma. Buka Bersama juga disemarakkan oleh tiga Penyanyi Putri Sekeluarga CAN – Calista, Alena, Niceta – yang membawakan lagu-lagu bernuansa kebangsaan dan kerukunan.
Selain Kardinal Suharyo dan Mgr Christophorus, hadir pula dalam Buka Bersama tersebut adalah sejumlah anggota legislatif DPR-RI.
Baca Juga:
KWI Kunjungi Organisasi Kepemudaan Lintas Agama, Ada Apa?
Pada kesempatan tersebut, Romo Budi juga mengundang Forkopimda DKI Jakarta yang oleh Gubernur didelegasikan kepada Walikota Jakarta Pusat.
Hadir pula para tokoh lintasagama baik di aras pimpinan Majelis Agama, maupun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Lintasagama dari GP Ansor, Peradah, GAMKI, Gemaku, dan Pemuda Muhammadiyah. Sejumlah Banser bersama Kasatkornas Banser juga hadir dalam acara tersebut.
“Sebagaimana sudah diatur dari Ciganjur, seluruh rangkaian Buka Bersama tersebut merupakan agenda tunggal dari Ibu Hajah Shinta Nuriyah. Urutan acara dan agenda Buka Bersama pun sesuai dengan tata aturan dari Ciganjur, mulai dari menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan Saritilawahnya, Tausiyah Kebangsaan Ibu Shinta dan Kumandang Adzan Magrib sebagai penanda pembatalan puasa dan saat berbuka puasa bersama,” pungkas Rm Aloys Budi.