WahanaNews.co | Memaksa masuk ke gedung DPRD Kota Sukabumi, aksi demo di Sukabumi berlangsung ricuh.
Ketua DPRD Kota Sukabumi Kamal Suherman sempat menemui ratusan massa yang mau masuk ke dalam gedung dan duduk bersama anggota dewan. Namun, permintaan itu ditolak oleh pihak kepolisian dan DPRD Kota Sukabumi. Akhirnya, aksi saling dorong pun tak terhindarkan.
Baca Juga:
Pemerintah Pastikan Pasokan BBM, LPG hingga Listrik Aman dan Lancar Selama Idulfitri 2025
"Kita ingin menduduki gedung DPRD dan membuat video deklarasi bersama dewan perwakilan rakyat. Akan tetapi DPRD hari ini tidak mendengar suara aspirasi kami," kata Koordinator Aliansi BEM Sukabumi Rifki Rizaldi Rahmatullah, Rabu (7/9/2022).
Dia juga mengaku sempat terkena tendangan oleh oknum pihak berwajib.
"Ada oknum kepolisian, saya juga termasuk korban ditendang oleh aparat kepolisian. Psikis massa tidak kondusif maka kawan-kawan mendesak masuk ke dalam," sambungnya.
Baca Juga:
Desa Sidorekso Kudus Percontohan Pengolahan Sampah Plastik Jadi BBM
Tuntutan massa kali ini terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Selain itu pihaknya juga mendesak pemerintah untuk mengawasi BPH Migas soal penyaluran BBM.
"Kita sangat kecewa terhadap DPRD Kota Sukabumi, tidak mendengar suara aspirasi rakyat. Kami turun dengan tuntutan yang jelas, dengan advokasi yang jelas. Kita ingin harga BBM ini kembali normal. Pemerintah semena-mena menaikkan harga BBM," jelasnya. [rsy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.