WahanaNews.co | Bengkaknya anggaran pembuatan sirkuit Formula E di Kawasan Ancol, Jakarta Utara, jadi sorotan.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memandang kenaikan anggaran tersebut merupakan bukti tidak adanya perencanaan yang baik dalam penyelenggaraan Formula E.
Baca Juga:
Formula E Kembali Digelar: Publik Berharap Jakarta Maju dan Sukses
Menurut anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Anggara Wicitra, kenaikan harga tersebut juga membuktikan apa yang pernah disuarakan partainya.
“Bukti nyata bahwa apa yang selama ini kami bicarakan, selama ini kami ucapkan bahwa kegiatan ini tidak direncanakan dan tidak melalui proses perencanaan yang benar dan seakan-akan menjadi nyata,” ujar Anggara dalam keterangan lewat video, Senin (7/3/2022).
Menurutnya, jika memang Formula E direncanakan secara baik dan melibatkan konsultan perencanaan yang jelas, tidak mungkin ada perhitungan anggaran yang meleset.
Baca Juga:
Kemenangan Pascal Wehrlein di Miami E-Prix 2025 Bawa Angin Segar Formula E Jakarta E-Prix 2025
“Pasti kita bisa menghindarkan kenaikan biaya yang tadinya diproyeksikan 50 miliar ternyata ada kenaikan 10 miliar menjadi 60 miliar dan itupun di luar fasilitas penunjang lainnya seperti tribun dan lain-lainnya,” tuturnya.
Memang, Anggara yakin bahwa pembangunan Formula E bakal bisa diselesaikan. Namun persoalannya, kualitas dari sirkuit tersebut belum tentu sesuai harapan.
Padahal, ajang balap Formula E di Jakarta akan membawa nama baik Jakarta dan Indonesia.