Per Minggu (1/3/2026) pukul 00.05 WIB, lima desa di Kecamatan Sayung masih tergenang dengan ketinggian air antara 10 hingga 50 sentimeter.
Tujuh desa di tiga kecamatan lainnya dilaporkan berangsur surut.
Baca Juga:
Kebakaran Hutan Meluas di Kalimantan Barat, Pemerintah Tetapkan Siaga Darurat
Genangan dipicu tingginya curah hujan serta kondisi geografis berupa cekungan, ditambah pengaruh air rob yang menghambat aliran air menuju Sungai Dombo.
Akibatnya, air masih menggenangi permukiman dan akses jalan warga.
Penanganan infrastruktur terus dilakukan, terutama pada tanggul jebol Sungai Cabean yang progres penutupannya telah mencapai sekitar 70 persen di sisi kiri dan 80 persen di sisi kanan.
Baca Juga:
Angin Kencang, Banjir, hingga Karhutla Warnai Dinamika Kebencanaan di Kalimantan
Sementara itu, penanganan tanggul Sungai Tuntang di beberapa titik masih menunggu penurunan debit air.
Banjir ini telah terjadi sejak Senin (16/2/2026) dini hari akibat meluapnya Sungai Cabean setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta segera melaporkan kejadian melalui saluran resmi agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.