WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kampung Bukit Tempurung di Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, terus melakukan pembenahan pascabanjir yang merendam wilayah tersebut secara menyeluruh sejak akhir November 2025.
Walaupun genangan air telah lama surut, dampak banjir akibat cuaca ekstrem masih terlihat jelas di sejumlah titik lingkungan permukiman hingga saat ini.
Baca Juga:
BNPB Targetkan Huntara di Kabupaten Agam Rampung Sebelum Ramadhan
Sebagai salah satu kawasan strategis dan wajah perekonomian Kota Kuala Simpang, Bukit Tempurung menjadi fokus perhatian pemerintah daerah bersama masyarakat setempat.
Upaya pemulihan dilakukan secara bertahap untuk mengembalikan fungsi wilayah, khususnya sebagai pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, serta jalur mobilitas warga.
Warga mengangkut lumpur yang menyumbat drainase di Jalan Raya Rantau, Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (9/1/2026).
Baca Juga:
Stok Beras Nasional Capai 3,3 Juta Ton, Bulog Siap Hadapi Lonjakan Kebutuhan 2026
Proses pemulihan belum sepenuhnya tuntas. Namun, semangat kerja bersama atau berandanan (gotong royong) antara pemerintah dan masyarakat mulai membuahkan hasil yang signifikan.
Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya tertutup lumpur tebal kini telah kembali terbuka dan dapat dilalui.
Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya tertutup lumpur tebal kini telah kembali terbuka dan dapat dilalui.
Meski demikian, persoalan masih ditemukan di beberapa lokasi, terutama pada saluran drainase yang tersumbat oleh sampah dan endapan lumpur, sehingga memicu genangan ulang saat hujan turun.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada Jumat (9/1/2026), kegiatan pembersihan difokuskan pada pembukaan dan normalisasi drainase.
Sejumlah alat berat, seperti ekskavator dan dump truk, dikerahkan guna mempercepat proses pengangkatan material penyumbat.
Alat berat jenis eskavator membersihkan drainase dari sampah dan lumpur pascabanjir di Jalan Raya Rantau, Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (9/1/2026).
Seluruh peralatan tersebut dioperasikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Aceh Tamiang dengan dukungan pembiayaan dari Dana Siap Pakai (DSP) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Hal yang menarik, para operator alat berat yang terlibat merupakan putra daerah Aceh Tamiang.
Pemberdayaan tenaga lokal ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam penanganan bencana.
Operator mengoperasikan alat berat jenis eskavator untuk membersihkan sampah dan lumpur yang menyumbat drainase di Jalan Raya Rantau, Bukit Tempurung, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (9/1/2026).
Upaya kolaboratif ini menumbuhkan harapan baru bagi masyarakat Kuala Simpang.
Dengan semangat gotong royong yang terus terjaga serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, Kampung Bukit Tempurung diyakini mampu bangkit lebih kuat, lebih tangguh menghadapi bencana, dan kembali berperan sebagai penggerak utama kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh Tamiang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]