WAHANANEWS.CO, Jakarta - Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah, terus bertambah seiring meluasnya genangan air dari wilayah hulu ke hilir.
Data terbaru mencatat sebanyak 9.000 kepala keluarga (KK) terdampak akibat peristiwa tersebut.
Baca Juga:
Rangkaian Bencana Landa NTT, Sumut, dan Jabar, BNPB Imbau Siaga Hidrometeorologi
Hingga Senin (16/2/2026) pukul 20.00 WIB, belum terdapat pengungsian terpusat yang didirikan pemerintah daerah.
Sebagian besar warga yang terdampak memilih melakukan evakuasi secara mandiri dengan mengungsi ke rumah kerabat atau menuju lokasi yang dinilai lebih aman dari ancaman genangan.
Perluasan wilayah terdampak terjadi akibat pergerakan debit air kiriman dari daerah hulu yang secara bertahap mengalir menuju wilayah hilir.
Baca Juga:
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Sumbar, Jabar, Jateng, hingga Jatim
Kondisi ini menyebabkan perbedaan situasi di sejumlah kecamatan. Di kawasan hulu, air mulai menunjukkan tanda-tanda surut, sementara daerah hilir justru mengalami peningkatan tinggi muka air.
Berdasarkan kronologi kejadian, banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Grobogan pada Minggu (15/2/2026) pukul 21.00 WIB hingga Senin (16/2/2026) pukul 05.00 WIB.
Selain curah hujan lokal yang tinggi, luapan air juga disebabkan oleh kiriman dari beberapa sungai besar, yakni Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, dan Sungai Lusi.