Meluapnya sungai-sungai tersebut terjadi karena debit air yang meningkat drastis melebihi kapasitas tampung, sehingga air meluber ke permukiman dan lahan pertanian warga.
Secara keseluruhan, sebanyak 42 desa di 10 kecamatan terdampak banjir. Tercatat satu unit rumah mengalami kerusakan berat.
Baca Juga:
Rangkaian Bencana Landa NTT, Sumut, dan Jabar, BNPB Imbau Siaga Hidrometeorologi
Petugas BPBD Kabupaten Grobogan dan Babinsa mengevakuasi warga menggunakan perahu karet di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (16/2/2026) malam.
Selain itu, sejumlah titik tanggul dilaporkan jebol dan memperparah kondisi genangan. Tanggul yang jebol berada di Sungai Cabean Desa Tajemsari Kecamatan Tegowanu, Sungai Jajar Baru di Dusun Krasak dan Dusun Klampisan Desa Mojoagung Kecamatan Karangrayung (masing-masing sepanjang 15 meter), Sungai Jratun di Dusun Mbaru Desa Kebonagung Kecamatan Tegowanu, serta dua titik tanggul Sungai Tuntang di Desa Tinanding Kecamatan Godong.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Kedungjati, Tegowanu, Gubug, Purwodadi, Karangrayung, Geyer, Toroh, Pulokulon, Penawangan, dan Godong.
Baca Juga:
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Sumbar, Jabar, Jateng, hingga Jatim
Di Kecamatan Kedungjati, genangan yang sebelumnya merendam tujuh desa Klitikan, Kedungjati, Wates, Jumo, Deras, Kalimaro, dan Padas dengan ketinggian air antara 20 hingga 40 sentimeter, kini dilaporkan telah surut.
Sementara itu, di Kecamatan Tegowanu, Desa Tajemsari masih tergenang dengan 171 KK terdampak.
Desa Sukorejo yang sebelumnya terdampak 600 KK dan Desa Kebonagung sebanyak 526 KK serta 102 hektare sawah mulai menunjukkan kondisi berangsur surut.