Potensi longsor susulan masih tinggi mengingat intensitas hujan yang belum stabil.
Di Provinsi Jawa Timur, banjir di Kabupaten Pasuruan berdampak pada 2.880 kepala keluarga dengan jumlah rumah terdampak yang sama.
Baca Juga:
BNPB Catat Rentetan Bencana di Cilacap, Sumbawa, dan Lampung Selatan
Kondisi cuaca masih hujan sehingga warga diminta tetap waspada. Sementara di Kabupaten Jember, banjir menyebabkan satu orang meninggal dunia dan berdampak pada 7.445 kepala keluarga.
Sebanyak 7.249 unit rumah terdampak dan 13 unit rumah rusak. Masa Tanggap Darurat berlangsung hingga 25 Februari 2026.
Di Provinsi Kalimantan Barat, karhutla bertambah sekitar lima hektare di Kota Singkawang dan proses pemadaman masih berjalan.
Baca Juga:
BNPB Serahkan 252 Huntara untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah
Sementara di Provinsi Nusa Tenggara Barat, banjir bandang di Kabupaten Sumbawa berdampak pada 270 kepala keluarga atau 650 jiwa dengan 270 unit rumah terdampak. Banjir telah surut dan warga melakukan pembersihan mandiri.
Dinamika Cuaca dan Peningkatan Kesiapsiagaan
Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi hingga 21 Februari 2026, khususnya di wilayah Pulau Jawa.