Rapat dipimpin oleh Ketua Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI Sufmi Dasco, Wakil Ketua Cucun Ahmad Syamsurijal, serta Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Pemerintah Tito Karnavian.
Dalam forum tersebut dibahas sejumlah agenda strategis yang menjadi tugas utama satgas percepatan pemulihan pascabencana Sumatra.
Baca Juga:
BNPB Laporkan Rentetan Banjir di Sejumlah Provinsi Akibat Hujan Deras
Adapun pembahasan mencakup percepatan pembersihan lumpur, perbaikan akses darat, pengurangan jumlah pengungsi, penguatan peran pemerintah daerah, pemulihan fasilitas kesehatan, pemulihan sarana pendidikan dan kegiatan belajar mengajar, perbaikan infrastruktur umum, pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat, perbaikan fasilitas ibadah, pelaksanaan tradisi meugang di Aceh, serta pengelolaan media center.
Tito menekankan bahwa langkah-langkah pemulihan harus dioptimalkan dalam waktu dekat, mengingat pada pertengahan Februari mendatang sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah terdampak bencana Sumatra, akan mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Untuk memperkuat koordinasi, rapat juga menyepakati bahwa pusat kendali Satgas Percepatan Pemulihan Sumatra selanjutnya akan dipusatkan di Pos Satgas Percepatan Pemulihan yang berlokasi di Kota Banda Aceh.
Baca Juga:
BNPB Targetkan Huntara di Kabupaten Agam Rampung Sebelum Ramadhan
Peran BNPB dalam Satgas Percepatan Pemulihan
Dalam struktur Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Kepala BNPB ditetapkan sebagai Wakil Ketua II. Dengan posisi tersebut, BNPB memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Selain itu, BNPB juga berfungsi sebagai walidata yang menjadi rujukan lintas kementerian dan lembaga dalam penyusunan dan pelaksanaan kegiatan pemulihan pascabencana. Data yang akurat dan terverifikasi menjadi landasan utama dalam pengambilan kebijakan.