Dalam rangka mempercepat pemulihan, BNPB hingga kini terus menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Langkah ini dilakukan karena faktor cuaca, khususnya curah hujan yang masih tinggi, menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemulihan di Sumatra.
Baca Juga:
BNPB Laporkan Rentetan Banjir di Sejumlah Provinsi Akibat Hujan Deras
Sebanyak 11 pesawat dikerahkan selama 24 jam, dengan rincian empat armada di Pos OMC Aceh, tiga armada di Pos OMC Sumatra Utara, serta tiga armada di Pos OMC Sumatra Barat.
Tidak hanya fokus pada OMC, BNPB juga secara bertahap melanjutkan pembangunan hunian sementara (huntara), penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH), serta proses verifikasi dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) bersama pemerintah daerah setempat.
Sekretaris Utama BNPB, Dr. Rustian, yang turut hadir dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa percepatan finalisasi R3P menjadi salah satu pekerjaan utama yang perlu segera diselesaikan.
Baca Juga:
BNPB Targetkan Huntara di Kabupaten Agam Rampung Sebelum Ramadhan
Per 10 Januari, progres penyusunan dokumen R3P di tiga provinsi terdampak menunjukkan perkembangan yang beragam.
Di Sumatra Barat, dokumen R3P telah rampung dan ditandatangani di 13 kabupaten/kota dengan total kebutuhan sementara mencapai Rp18,3 triliun. Sementara itu, progres R3P di Sumatra Utara telah mencapai 60 persen, dan di Aceh baru mencapai 35 persen.
"Arahan Ketua Satgas Percepatan Pemulihan, Pak Tito tadi untuk mempercepat proses pendataan di Provinsi Sumatra Utara dan Aceh. Kami usahakan dalam 10 hari kedepan data R3P di kedua provinsi tersebut bisa diselesaikan", kata Rustian.