Banjir akibat jebolnya tanggul sungai di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, telah berlangsung selama delapan hari.
Sebanyak 3.322 unit rumah terdampak, dengan 3.964 KK atau 11.924 jiwa terdampak, serta 3.368 jiwa tercatat mengungsi. BPBD setempat terus melakukan penanganan darurat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Baca Juga:
Rentetan Bencana Terjadi di Awal Februari, BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan
Sementara itu, di Kabupaten Bekasi, banjir hingga Minggu (1/2/2026) melanda 45 desa di 14 kecamatan.
Dibandingkan kondisi sebelumnya, terjadi penurunan wilayah terdampak baik dari jumlah kecamatan, desa, maupun titik pengungsian.
Jumlah warga terdampak tercatat sebanyak 51.796 KK, dengan 1.388 KK mengungsi. Selain banjir, longsor juga terjadi di delapan titik di beberapa kecamatan.
Baca Juga:
BNPB Catat Rangkaian Bencana di Sejumlah Daerah, Longsor dan Banjir Dominasi Kejadian
BPBD Kabupaten Bekasi telah menurunkan personel untuk penanganan di lapangan.
BNPB telah melakukan pendampingan penanganan banjir di Kabupaten Bekasi sejak pertengahan Januari 2026, termasuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), koordinasi dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, serta pendistribusian bantuan logistik melalui BPBD setempat.
Di wilayah timur Indonesia, Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, sebelumnya dilanda banjir dan tanah longsor pada 7 Januari 2026.