Bencana tersebut berdampak pada tujuh kecamatan dan 33 desa, dengan ketinggian air mencapai tiga meter.
Tercatat 131 unit rumah rusak berat, 86 unit rusak sedang, dan 263 unit rusak ringan, serta kerusakan pada infrastruktur jembatan dan jaringan air bersih.
Baca Juga:
Rentetan Bencana Terjadi di Awal Februari, BNPB Tingkatkan Kesiapsiagaan
Hingga Minggu (1/2/2026), akses transportasi darat menuju Kecamatan Loloda telah kembali dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Pembersihan lumpur dan material banjir serta longsor masih terus dilakukan dengan dukungan alat berat dan distribusi bantuan logistik.
BNPB terus melakukan pendampingan penanganan darurat serta memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal.
Baca Juga:
BNPB Catat Rangkaian Bencana di Sejumlah Daerah, Longsor dan Banjir Dominasi Kejadian
Menanggapi meningkatnya kejadian bencana hidrometeorologi basah, BNPB mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi, menjaga kebersihan lingkungan terutama saluran air, serta menyiapkan kebutuhan darurat.
Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat sistem peringatan dini, meningkatkan kesiapsiagaan infrastruktur, serta memperkuat koordinasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat guna mengurangi risiko dan dampak bencana.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.