Target penyelesaian ini sejalan dengan arahan Sekretaris Utama BNPB, Rustian, yang sebelumnya telah menegaskan pentingnya percepatan pembangunan huntara di seluruh wilayah terdampak bencana di Sumatera Barat.
Arahan tersebut disampaikan saat evaluasi dan peninjauan langsung pembangunan huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Solok, serta pada pengesahan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) di 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat pada 6–8 Januari 2026.
Baca Juga:
Kerja Nonstop, PLN Sukses Terangi Kembali Seluruh Wilayah Sumatra Barat
Pembangunan huntara tahap I sebanyak 117 unit di Jorong Kayu Pasak Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (10/01/2026).
“Aspirasi masyarakat terus kami dengarkan, terutama harapan mereka untuk bisa hidup lebih aman dan optimis ke depan. Huntara tahap satu harus segera diselesaikan dan dipercepat proses pembangunannya, kami berharap sebelum bulan puasa semua warga sudah bisa menempati dan merasa nyaman di bangunan baru,” ujar Rustian.
Untuk memastikan target tercapai, progres pembangunan huntara terus dipantau secara intensif.
Baca Juga:
Kabut Asap Karhutla Picu ISPA, Pemkab Agam Lakukan Edukasi dan Pemantauan Kesehatan
Setiap unit huntara dibangun dengan memperhatikan standar teknis kebencanaan dan dilengkapi fasilitas dasar, seperti akses air bersih, sanitasi yang memadai, serta jaringan listrik.

Pembangunan huntara tahap I sebanyak 117 unit di Jorong Kayu Pasak Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (10/01/2026).
Selain mengejar kecepatan pembangunan, aspek kualitas dan keamanan bangunan tetap menjadi prioritas utama agar hunian dapat digunakan dengan aman oleh masyarakat.