WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Pada tahap awal, BNPB membangun sebanyak 711 unit huntara yang tersebar di lima kecamatan, sesuai hasil validasi data penerima manfaat yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Utara.
Baca Juga:
Pembangunan Huntara dan Huntap Berjalan Paralel, Pemulihan Sumut Masuki Tahap Lanjutan
Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Kol. Inf. Hery Setiono menjelaskan bahwa pembangunan huntara tahap pertama difokuskan bagi warga terdampak dengan kategori rumah rusak berat, hilang, maupun hanyut akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Ratusan unit huntara tersebut dibangun di beberapa kecamatan dengan rincian, Kecamatan Baktiya sebanyak 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, serta Kecamatan Seunuddon sebanyak 135 unit.
Pembangunan tahap pertama hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Desa Ulee Rubek Timur, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada Kamis (15/1/2026).
Baca Juga:
BNPB Laporkan Perkembangan Penanganan Bencana Hidrometeorologi hingga Pertengahan Januari 2026
Khusus di Kecamatan Seunuddon, saat ini tengah berlangsung pembangunan 84 unit huntara tahap pertama yang berlokasi di Desa Ulee Rubek Timur.
Lahan yang digunakan merupakan bekas lapangan sepak bola desa dengan luas sekitar 14.000 meter persegi.
Pembangunan dilakukan dalam bentuk 16 kopel yang masing-masing terdiri dari 5 unit, serta satu kopel tambahan yang berisi 4 unit hunian.