WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) berlangsung cepat setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S Deyang sebagai kepala lembaga tersebut untuk melanjutkan dan mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Penunjukan Nanik menjadi sorotan karena dilakukan tidak lama setelah Presiden merombak jajaran pimpinan BGN menyusul pergantian Dadan Hindayana dari kursi kepala badan.
Baca Juga:
Permainan di BGN Terbongkar, Yayasan Mitra MBG Disebut Terima Miliaran Rupiah Tiap Hari
“Penunjukan ini didasarkan pada pengalaman, rekam jejak, serta keterlibatan langsung beliau dalam pelaksanaan dan koordinasi program MBG sejak awal,” jelas Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dalam keterangan pers, Rabu (3/6/2026).
Menurut Meutya, Presiden membutuhkan figur yang memahami kondisi lapangan sekaligus mampu mengoordinasikan berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program strategis tersebut.
Pada fase percepatan program MBG saat ini, kemampuan membangun koordinasi lintas sektor dinilai menjadi salah satu kebutuhan utama agar target pemerintah dapat tercapai secara optimal.
Baca Juga:
FBI Turun Tangan: Sindikat Love Scamming Rp41,1 Miliar di Solo Raya Ternyata Bidik Ratusan Warga AS
Selain faktor pengalaman, pemerintah juga melihat penunjukan Nanik sebagai sinyal semakin terbukanya ruang bagi perempuan untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan pemerintahan.
Susunan kepemimpinan baru BGN tidak hanya menghadirkan Nanik sebagai kepala badan, tetapi juga dua wakil kepala baru yang akan mendampingi pelaksanaan program MBG.
“Kompetensi, integritas, dedikasi, dan kemampuan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat tetap menjadi dasar utama dalam pemberian amanah,” tegas Meutya.
Presiden juga menetapkan Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN guna memperkuat struktur organisasi serta mempercepat implementasi berbagai program prioritas di sektor gizi.
Pemerintah berharap susunan pimpinan baru tersebut mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan MBG yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Keberhasilan MBG, menurut pemerintah, tidak hanya diukur dari aspek administrasi dan tata kelola lembaga, tetapi juga dari sejauh mana manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat luas.
“Karena itu, program MBG diharapkan terus mendukung tumbuh kembang anak yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ungkap Meutya.
Program tersebut dinilai memiliki pengaruh langsung terhadap peningkatan kualitas gizi anak, kesehatan keluarga, hingga pembentukan sumber daya manusia yang lebih unggul pada masa mendatang.
Pemerintah memandang sektor gizi sebagai salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan nasional.
“Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus pada percepatan dan penguatan pelaksanaan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, cepat, dan merata,” ucapnya.
Karena itu, berbagai langkah penguatan tata kelola dan peningkatan efektivitas pelaksanaan program akan terus dilakukan agar manfaat MBG menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Dengan semangat percepatan dan penguatan pelaksanaan, program ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional pada Selasa (2/6/2026).
Dadan Hindayana tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN dan posisinya kemudian dipercayakan kepada Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
Pergantian tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Negara sebagai bagian dari penyegaran kepemimpinan lembaga.
Perombakan juga terjadi pada posisi wakil kepala badan yang sebelumnya ditempati Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono untuk mendampingi kepemimpinan baru BGN dalam menjalankan program-program prioritas pemerintah.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]