WAHANANEWS.CO, Jakarta - Suasana Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal mendadak hening ketika Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu bersujud di ujung podium usai menyampaikan jeritan hati tentang kemiskinan yang tak kunjung usai di daerahnya.
Momen itu terjadi di Kantor Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Jakarta, Rabu (25/2/2026) -- saat Amizaro ditunjuk oleh kepala daerah lain sebagai koordinator bagi 30 kabupaten yang masih berstatus daerah tertinggal.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Sebut Listrik Desa PLN Kunci Transformasi Ekonomi Wilayah Terluar
Dalam pemaparannya, Amizaro menggambarkan kondisi Kabupaten Nias Utara yang menurutnya tidak jauh berbeda dengan sejumlah wilayah di Tanah Papua yang juga masuk kategori tertinggal.
“Sehingga terima kasih semuanya. Pak Menteri, Pak Gubernur, dan Bapak-Ibu semuanya, kami ini sudah capek miskin. Capek miskin kami,” kata Amizaro.
Di hadapan Menteri Desa PDT Yandri Susanto, Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga, ia menyinggung ketimpangan pembangunan yang masih terasa meski Indonesia telah merdeka selama delapan dekade.
Baca Juga:
Ngeri, Pria Dibunuh dengan Leher Putus di Lahewa: Polres Nias Ungkap Motif dan Kronologi
“Kemerdekaan Indonesia 80 tahun, sesungguhnya tidak akan berbicara masalah listrik. Jengkol (daerah) kami ini masih berjuang bagaimana ada listrik,” ujar dia.
Ia kemudian membandingkan kondisi daerahnya dengan wilayah di Pulau Jawa yang telah berbicara mengenai teknologi canggih dan infrastruktur modern.
“Kalau jengkol kepala daerah yang ada di Jawa ini (berbicara) bagaimana pengembangan AI (Artificial Intelligence), mal, jalan tol, dan lain sebagainya, kami masih berbicara mengenai rumah tidak layak huni, masih berbicara mengenai listrik, internet. Inilah beda kami, Pak,” sambung dia.