Amizaro kembali menegaskan bahwa dirinya bersama 29 kepala daerah lain yang masuk kategori tertinggal telah lama bergulat dengan kemiskinan yang berkepanjangan.
“Sehingga kami Pak, mohon. Ya. Kami sudah capek miskin. Kami mewakili kawan-kawan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)...,” ujar Amizaro.
Baca Juga:
SPPG Lasara Sawo Ditutup Sementara, Ribuan Pelajar di Nias Utara Tak Lagi Terima MBG
Ia bahkan bersujud di samping podium berkelir cokelat sebagai simbol ketidakberdayaan dan harapan agar pemerintah pusat memberi perhatian lebih besar kepada daerahnya.
Sebagai kepala daerah, ia mengaku merasa tidak memiliki cukup daya untuk mengatasi keterbatasan yang membelit masyarakatnya.
“Sehingga di hari yang berbahagia ini saya mohonlah. Ya. Sesungguhnya kemerdekaan itu untuk kami daerah tertinggal di mana? Termasuk kami mohon akses kami kepada Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujar dia.
Baca Juga:
BGN Tutup Sementara Dapur MBG di Nias Utara Buntut Puluhan Pelajar Diduga Keracunan Susu
Sebelumnya, pemerintah melalui Kemendes PDT mengumumkan bahwa masih terdapat 30 kabupaten di Indonesia yang berstatus daerah tertinggal berdasarkan evaluasi terbaru.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Samsul Widodo dalam forum yang sama di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
“Masih terdapat 30 kabupaten daerah tertinggal. Jadi, 30 kabupaten daerah tertinggal ini tersebar di beberapa provinsi,” ungkap Samsul.