WahanaNews.co |
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Andika Perkasa, murka begitu
menerima laporan adanya iuran di berbagai tingkat pendidikan di TNI AD.
Kemarahan itu diluapkan di hadapan para
pimpinan komando utama dan pimpinan lembaga pendidikan di TNI AD.
Baca Juga:
Gaya Berkelas Gubernur Malut Sherly Tjoanda Saat Temui Jenderal Maruli
"Saya tidak ingin lagi ada iuran, apa pun
alasannya," ujar Andika, dalam video yang diterima pada Kamis (3/6/2021).
Video itu diduga kuat merupakan petikan dari
sambutan penutup Rapim TNI AD 2021 yang disampaikan Andika.
Dalam kesempatan itu, hadir para Pangdam,
Danrindam, Gubernur Akmil, hingga Dankodiklat.
Baca Juga:
Panglima TNI Mutasi 117 Pati, 9 Diposisikan di Jajaran Stafsus Maruli Simanjuntak
Andika mengatakan, TNI AD melalui Asisten
Personel (Aspers) KSAD sudah memberikan anggaran untuk uang makan dan uang saku
kepada para prajurit yang tengah menjalani pendidikan.
Jadi, tak perlu lagi ada iuran, dengan alasan
apa pun.
"Itu semua sudah cukup, bahwasannya 'oh
kita sepatunya kurang', oh iya enggak apa-apa, bisa kita dulu. Dan itu
bagian dari cara kita berlatih, mau enggak kita nyuci malam-malam
setelah kegiatan. Jangan maunya cadangannya banyak," tutur Andika.
Mantan Pangkostrad itu tak ingin ada kesan
iuran tersebut menjadi sesuatu yang wajib di jajaran pendidikan TNI AD.
Bila prajurit ingin sesuatu yang lebih, buka
saja kantin atau toko, biar mereka sendiri yang membeli sesuai dengan kebutuhan
dan kemampuan.
"Enggak perlu dikoordinir, kalau
mereka mau jajan, buka saja kantin, biar mereka beli sendiri, enggak
usah dikoordinir, enggak usah, enggak perlu, sehingga enggak
ada ruang bagi 'petualang-petualang'," kata Andika.
Andika mengultimatum semua jajaran untuk
membereskan masalah ini.
Andika memberi waktu dua minggu kepada para
pimpinan, sehingga tak ada lagi iuran dalam bentuk apa pun.
"Tidak ada lagi! Sampai saya terima
laporan, awas! Saya kasih waktu 2 minggu masing-masing komandan tadi bereskan
dan telusuri ke bawah. Dua minggu dari sekarang masih ada laporan, ya sudah
siap-siap aja," ujar dia.
"Dan jangan ragukan keseriusan saya! Saya
buktikan!" tegasnya.
Andika meminta tak ada lagi iuran dalam bentuk
apa pun. Sebab, tak semua prajurit berasal dari keluarga yang mampu.
Mereka yang sedang menjalani pendidikan
harusnya fokus menyelesaikan tugas, bukan dipusingkan dengan iuran.
"Sudahlah, kasihan yang pendidikan itu, enggak
semuanya orang berada. Kalau berada, ngapain dia di tentara. Berarti
mayoritas mereka itu dari kelas menengah ke bawah, enggak kasian kita sama
mereka?" ucap dia. [qnt]