"Dan pemerintah menargetkan pada tahun 2028 seluruh sekolah di Indonesia akan selesai direnovasi," kata Politisi Fraksi PKB ini.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, pemerintah juga mulai mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan.
Baca Juga:
Jauh Sebelum Diperiksa Kejagung, Nadiem Makarim Pernah Disemprot DPR Soal Dugaan Korupsi Kemendikbud
Hal ini diwujudkan melalui pemasangan papan pintar atau smart board interaktif di ruang kelas, pemberian tunjangan bagi guru non-ASN, serta peluncuran program Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
"Pada akhirnya, kesimpulan saya adalah bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran, serius dalam membenahi aspek infrastruktur pendidikan, namun kami akan terus mengawal SDM, yakni para guru, berjalan seimbang," kata dia.
Meski demikian, Lalu mengakui bahwa persoalan mendasar pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya terselesaikan.
Baca Juga:
Bupati Toba Sambut Kehadiran Wamen Pendidikan dan Anggota Komisi X DPR RI
Ia menyoroti masih adanya ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah, terutama antara daerah perkotaan dan wilayah terpencil, termasuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menurutnya, besarnya anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan.
Hal ini terutama disebabkan oleh tingginya biaya distribusi tenaga pendidik dan sarana prasarana di daerah terpencil dibandingkan wilayah perkotaan.