WAHANANEWS.CO, Jakarta - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kembali ditegaskan sebagai salah satu instrumen strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Program yang populer dengan sebutan “bedah rumah” ini menjadi bagian penting dari agenda prioritas pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mengatasi persoalan rumah tidak layak huni (RTLH) di berbagai daerah.
Baca Juga:
Negara Hadir di Perbatasan, 15.000 Rumah Warga Siap Direhabilitasi Tahun 2026
Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperkecil kesenjangan sektor perumahan serta mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan pembangunan dan perbaikan hingga 3 juta unit rumah layak huni hingga tahun 2029.
Setiap tahunnya, program BSPS ditargetkan mampu menjangkau sekitar 400 ribu unit RTLH yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga:
BSPS Digenjot di Jawa Barat, Kuota Bedah Rumah Melonjak Jadi 40.000 Unit
Target tersebut dinilai sebagai langkah konkret dan terukur dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan hunian yang sehat dan layak.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
“BSPS ini merupakan program stimulan, bukan bantuan penuh. Pemerintah hadir untuk mendorong masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam memperbaiki rumahnya secara mandiri,” ucapnya kepada masyarakat saat penyerahan BSPS di Lombok Timur, NTB, Sabtu (02/05/2026)