WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan energi panas bumi di kawasan Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS) sebagai bagian dari strategi besar memperkuat kemandirian energi nasional.
Upaya ini juga diarahkan untuk tetap menjaga kelestarian hutan tropis yang memiliki nilai penting bagi keanekaragaman hayati dunia.
Baca Juga:
Negara Hadir di Perbatasan, 15.000 Rumah Warga Siap Direhabilitasi Tahun 2026
Melalui pendekatan terpadu lintas sektor, pemerintah berupaya memastikan bahwa pemanfaatan energi bersih dapat berjalan selaras dengan perlindungan kawasan yang berstatus sebagai situs warisan dunia.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Panas Bumi yang melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Luar Negeri, serta perwakilan UNESCO Indonesia.
Pertemuan ini berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, pada Rabu (30/4/2026), dan menjadi forum penting untuk menyelaraskan kebijakan energi dengan agenda konservasi.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Implementasi B50, Uji Jalan Tunjukkan Hasil Positif
Asisten Deputi Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan Kemenko PMK Ahmad Saufi menegaskan bahwa keseimbangan antara pemanfaatan sumber energi dan pelestarian kawasan dengan nilai universal tinggi harus menjadi perhatian utama.
Ia mengingatkan bahwa setiap rencana pengembangan panas bumi perlu disusun secara cermat agar tidak mengganggu keutuhan kawasan warisan dunia.
“Pemanfaatan panas bumi harus menjadi bagian dari solusi energi nasional tanpa mengorbankan kelestarian kawasan. Kita perlu memastikan setiap langkah tetap menjaga integritas situs warisan dunia,” ujar Ahmad Saufi.