Ia menambahkan pernyataan Prabowo juga bertujuan menjaga stabilitas sosial dan politik di tengah meningkatnya pembahasan mengenai dolar AS di ruang publik.
Misbakhun mengakui dampak pelemahan rupiah tetap akan dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga pedesaan, namun menurutnya pernyataan Prabowo lebih ditujukan untuk menjaga ketenangan publik dibanding membahas persoalan teknis ekonomi.
Baca Juga:
Menang Gugatan Pajak, Shakira Bakal Terima Rp1,13 Triliun dari Spanyol
"Pesan itu adalah pesan seorang pemimpin kepada rakyatnya dalam rangka menenangkan. Kemudian diadu dengan argumentasi teknis, ya enggak nyambung dong. Orang tujuannya menenangkan untuk menjaga stabilitas ketenangan psikologis masyarakat," ujar Misbakhun.
"Jangan sampai di warung kopi ngomongin dolar, di warung Indomie ngomongin dolar, terus di mana-mana ngomongin dolar," lanjutnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat desa.
Baca Juga:
Wagub Babel Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara dan Langsung Ditahan
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung pihak-pihak yang kerap menyebut kondisi ekonomi Indonesia berada dalam bahaya akibat pelemahan rupiah.
"Jadi, saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya enggak mengerti. Sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa, ya kan?" kata Prabowo.