Frits disebut pernah diperkenalkan dalam sebuah kegiatan di Manila sebagai salah satu putra Sulawesi Utara yang aktif dalam forum ilmiah dan memiliki pengalaman akademik internasional.
Dukungan serupa disampaikan tokoh pers Sulawesi Utara, Drs. Voucke Lontaan. Ia menilai pengalaman Frits selama puluhan tahun di Manila menjadi salah satu modal penting apabila dipercaya menjalankan tugas diplomatik.
Baca Juga:
35 Sekolah Meriahkan Pawai Lampion HUT ke-81 RI di Alun-Alun Sumedang
“Frits memiliki pengalaman dan jaringan yang cukup luas di Filipina. Hal itu menjadi modal penting dalam menjalankan tugas diplomasi,” katanya.
Tokoh masyarakat adat Tonaas Brigade Manguni, Drs. Tenny Rumbayan, juga menyatakan dukungannya. Menurut dia, jejaring Frits dengan berbagai kalangan masyarakat Filipina merupakan salah satu keunggulan yang dapat mendukung tugas seorang diplomat.
“Keunggulannya adalah jaringan yang dimiliki Frits dari berbagai strata masyarakat Filipina,” ujar Tenny.
Baca Juga:
DPR Dorong Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Tarik Pulang Talenta Indonesia
Sementara itu, perwakilan LSM NCW dan Perhamlih Sulut, David Siar, berharap pemerintah memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik Sulawesi Utara untuk berkiprah di tingkat nasional dan internasional.
Ia juga berharap keberadaan sosok asal Sulut di Kedutaan Besar RI di Filipina nantinya dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa asal Sulawesi Utara untuk mendapatkan akses pendidikan dan beasiswa di Filipina.
“Minimal ilmuwan asal Sulut seperti Dr. Frits Pangemanan dapat diikutkan dalam proses fit and proper test di Kementerian Luar Negeri,” kata David.