WAHANANEWS.CO, Jakarta - Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan implementasi nilai-nilai dasar bangsa dalam kehidupan bernegara.
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Firman Soebagyo menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan mengamalkan ideologi bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:
Peringati Hari Lahir Pancasila, Pemko Binjai Teguhkan Komitmen Kebangsaan
“Peringatan 1 Juni bukan seremoni. Ini pengingat keras bahwa Pancasila adalah fondasi rumah besar bernama Indonesia. Kalau fondasinya retak, atapnya pasti bocor,” ujar Firman dikutip dari situs resmi DPR RI, Selasa (2/6/2026).
Firman menilai bahwa hingga saat ini masih terdapat sejumlah tantangan yang membuat nilai-nilai Pancasila belum sepenuhnya hadir dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Tantangan tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar cita-cita para pendiri bangsa dapat diwujudkan secara nyata.
Baca Juga:
54 Paskibraka Sumedang 2025 Jalani Tugas Terakhir pada Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Siap Menjadi Duta Pancasila
Menurutnya, tantangan pertama berkaitan dengan persoalan kesenjangan ekonomi yang masih terjadi di berbagai daerah.
Ia menyoroti bahwa implementasi sila kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, belum sepenuhnya dirasakan oleh kelompok masyarakat yang berada di sektor produktif seperti petani, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), maupun para tenaga pendidik yang masih menghadapi berbagai kendala, termasuk regulasi yang dinilai belum berpihak kepada mereka.
Tantangan kedua adalah meningkatnya polarisasi identitas di tengah masyarakat. Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut menilai bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu cepat membawa dampak positif sekaligus tantangan baru.