WAHANANEWS.CO, Jombang – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung pada 27 - 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur dinamika internal organisasi kembali menjadi sorotan.
Ketegangan antarfaksi di tubuh NU disebut semakin menghangat. Ketua Forum Penyelamat NU (FPNU), Abdul Hamid Rahayaan, menuding adanya pengaruh pihak eksternal yang dinilai berupaya memengaruhi arah Muktamar NU.
Baca Juga:
Untuk Persatuan Indonesia, PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik
Hamid secara khusus menyebut nama Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani. Ia menduga kedua tokoh tersebut memiliki kepentingan dalam dinamika pemilihan kepemimpinan NU periode 2026-2031.
Namun, tudingan tersebut merupakan pernyataan pihak Forum Penyelamat NU. Hingga naskah ini disusun, belum terdapat tanggapan dari Sufmi Dasco Ahmad maupun Ahmad Muzani terkait tudingan tersebut.
Disebutkan Hamid Rahayaan, Dasco dan Muzani juga adalah sosok yang sangat berpengaruh di lembaga tinggi negara di periode 2024 - 2029 ini yakni Sufmi Dasco Ahmad adalah Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Ahmad Muzan adalah menjabat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.
Baca Juga:
Harga Gas Industri Resmi Dipangkas, Dasco Nilai Kebijakan Bisa Cegah PHK
Soroti AHWA dan Kandidasi Rais Aam
Hamid menduga pengaruh tersebut dilakukan melalui Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid. Ia menuding keduanya digunakan untuk mendorong KH Miftachul Akhyar masuk dalam jajaran Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Menurut Hamid, posisi AHWA menjadi penting karena berkaitan dengan mekanisme pemilihan Rais Aam PBNU untuk periode 2026-2031.