WAHANANEWS.CO, Jakarta - Alarm kebakaran hutan dan lahan kembali menyala di Pulau Sumatera setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi lonjakan jumlah titik panas atau hotspot hingga menembus 1.104 titik.
Berdasarkan pembaruan data BMKG Stasiun Pekanbaru pada Sabtu (22/8/2026) pukul 07.00 WIB, ribuan titik panas tersebut tersebar di berbagai wilayah Pulau Sumatera.
Baca Juga:
Puan Minta Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla dan Lindungi Warga di Kalimantan
Lonjakan hotspot menjadi sinyal meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, terutama di sejumlah provinsi yang selama ini memiliki kerawanan tinggi saat musim kemarau.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Anggun R mengatakan titik panas tersebut tersebar di sejumlah provinsi dengan konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan.
“Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Bangka Belitung dengan 221 titik dan Lampung dengan 98 titik, disusul oleh Riau 97 titik,” kata Anggun.
Baca Juga:
Cegah Karhutla, Polsek Lawang Kidul dan PT BAS Perkuat Sinergi
Data BMKG menunjukkan Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi, yakni mencapai 528 titik.
Bangka Belitung menempati posisi berikutnya dengan jumlah titik panas yang terdeteksi mencapai 221 titik.
Lampung tercatat memiliki 98 titik panas, sedangkan Riau berada tepat di bawahnya dengan 97 titik.