“Namun demikian, kami menyadari bahwa kami telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri,” tutur Ikhwan.
Ia mengakui seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat secara luas.
Baca Juga:
Brimob Ditikam Usai Acara Syukuran di Labuan Bajo, TNI-Polri Bentuk Tim Gabungan
Atas kekeliruan tersebut, Ikhwan menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada Sudrajat sebagai pedagang es kue yang terdampak langsung akibat peristiwa ini.
Ia menegaskan tidak ada maksud untuk merugikan ataupun mencemarkan nama baik Sudrajat sebagai pedagang kecil.
“Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga,” ujarnya.
Baca Juga:
Perwakilan Polda Papua Barat Raih Juara II Kemala Run 2026 di Bali
Ikhwan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, maupun sentimen negatif terhadap institusi TNI dan Polri.
“Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah,” ucap Ikhwan.
Ia menegaskan jajarannya tetap bertekad memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.