Kendati harga Pertamax meningkat, pemerintah memberikan kepastian bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tetap dipertahankan pada level harga sebelumnya. Namun, Satya mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan efisiensi konsumsi serta mulai beralih menggunakan transportasi publik sebagai solusi menghadapi fluktuasi harga BBM.
"Namun yang mesti digarisbawahi bahwa yang bersubsidi masih tetap. Jadi dengan demikian kita berharap kepada masyarakat untuk tetap melakukan efisiensi karena dengan demikian kita harus melihat ini sebagai pelajaran bahwasanya dunia itu cukup dinamis, kenaikan ada di mana-mana," tegasnya.
Baca Juga:
Luhut Binsar Pandjaitan Ingatkan Pelaku Usaha Waspadai Bubble Industri AI
Satya menyebutkan pemerintah berkomitmen untuk terus memantau kondisi makro ekonomi global untuk memastikan ketersediaan pasokan energi nasional tetap terjaga.
"Lebih tepatnya adalah respon sektor energi terhadap dinamika gejolak global. Tetapi pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi. Maka kita menghimbau agar ketidaknaikan daripada harga BBM subsidi dijawab dengan efisiensi dari masyarakat pengguna," tutupnya.
Berikut daftar harga BBM di SPBU Pertamina, berlaku mulai 10 Juni 2026:
Baca Juga:
Luhut Binsar Pandjaitan Klarifikasi Tuduhan Kepemilikan PT Toba Pulp Lestari
Solar Subsidi Rp 6.800 per liter, tetap.
Pertalite Rp 10.000 per liter, tetap.
Pertamax (RON 92) Rp 16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp 12.300 per liter.