WAHANANEWS.CO - Harga Tiket Pesawat Terancam Makin Mahal, YLKI Kecam Kenaikan Fuel Surcharge dan Peringatkan Dampaknya ke Publik
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah yang kembali membuka peluang kenaikan fuel surcharge tiket pesawat di tengah tingginya biaya penerbangan domestik yang selama ini sudah banyak dikeluhkan masyarakat.
Baca Juga:
Ritual Usir Setan Berujung Maut, Ibu di Riau Tewaskan Putri Kandungnya yang Berusia 11 Tahun
YLKI menilai kebijakan tersebut berpotensi semakin menekan konsumen di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil dan daya beli masyarakat yang terus melemah.
Kenaikan harga tiket pesawat juga dikhawatirkan memicu efek domino terhadap biaya logistik transportasi udara yang pada akhirnya dapat berdampak pada kenaikan harga barang serta menurunnya daya beli masyarakat secara lebih luas.
Dalam keterangannya, Minggu (17/05/2026) – YLKI menyebut pemerintah seharusnya lebih fokus membenahi akar persoalan industri penerbangan nasional, mulai dari tata niaga avtur, efisiensi operasional maskapai, struktur pajak, hingga persoalan persaingan usaha, bukan justru membebankan kenaikan biaya kepada konsumen melalui skema fuel surcharge.
Baca Juga:
Kakistokrasi, Mengubur Kompetensi Utamakan Loyalitas
YLKI juga menyoroti bahwa kenaikan tarif penerbangan selama ini tidak selalu dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan kepada penumpang.
Konsumen masih kerap menghadapi berbagai persoalan seperti keterlambatan penerbangan, lambatnya penanganan keluhan, proses refund yang rumit, perubahan jadwal secara sepihak, hingga masalah bagasi.
Karena itu, apabila terjadi kenaikan harga tiket pesawat, maskapai tetap wajib meningkatkan kualitas layanan, terutama terkait ketepatan waktu penerbangan dan respons terhadap keluhan konsumen.