"Kami menaruh perhatian serius pada aspek kesehatan. Setiap laporan menjadi dasar penguatan layanan agar jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” lanjut Ichsan.
Di tengah proses penyelenggaraan haji, Kementerian Haji dan Umrah juga menyampaikan kabar duka atas wafatnya salah satu jemaah asal Indonesia.
Baca Juga:
Mantan Menteri Agama Yaqut Qoumas Irit Bicara Usai Diperiksa KPK Selama Delapan Jam
Jemaah bernama Rodiyah (68), yang tergabung dalam kloter SOC-3, meninggal dunia akibat serangan jantung.
Pemerintah memastikan seluruh hak jemaah yang wafat tetap terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam upaya menjaga kondisi fisik dan kebugaran jemaah sejak awal keberangkatan, Kemenhaj juga menginstruksikan kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di embarkasi untuk membatasi kegiatan seremonial saat pelepasan jemaah.
Baca Juga:
Biaya Haji 2026 Turun Jadi Rp87,4 Juta, Jemaah Bayar Hanya Rp54,1 Juta
Langkah ini dilakukan agar jemaah tidak mengalami kelelahan sebelum menjalani perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
Sementara itu, bagi jemaah yang telah berada di Madinah, pemerintah mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang cukup panas.
Suhu udara di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 25 persen, yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik, terutama bagi jemaah lanjut usia.