WahanaNews.co | Meskipun telah mengeluarkan peringatan dini soal kemarau kering, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tetap menyebut hujan berpotensi terjadi setidaknya sepekan ke depan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, dikutip dari Antara, Sabtu (28/1), mengungkap sejumlah fenomena yang berkontribusi terhadap curah hujan itu.
Baca Juga:
Sumedang dan Majalengka Jadi Salah Satu Daerah dengan Jumlah Petir Tertinggi di Bulan Maret 2025
Pertama, katanya, Osilasi Madden-Julian (MJO) yang diprediksi mulai aktif kembali di wilayah barat Indonesia.
Kedua, Monsun Asia yang saat ini masih cukup aktif dengan identifikasi terdapat aliran lintas ekuator. Ketig, perlambatan angin dan belokan angin yang terbentuk di sekitar wilayah Indonesia.
Keempat, bibit siklon tropis 94S di Samudera Hindia sebelah barat daya Lampung dengan kecepatan angin maksimum 37 kilometer per jam dan tekanan udara minimum 1.005 milibar.
Baca Juga:
Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut hingga Lebaran, PLN Siapkan Langkah Antisipatif
Kelima, bibit siklon tropis 90B yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Aceh dengan kecepatan angin maksimum 37 kilometer per jam dan tekanan udara minimum 1.006 milibar.
Guswanto menuturkan potensi kedua bibit siklon tropis tersebut untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan berada dalam kategori rendah.
"Kondisi tersebut dapat berkontribusi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan potensi cuaca signifikan dalam sepekan ke depan," tutur dia.