WAHANANEWS.CO, Jakarta - Langkah konkret pembangunan Ibu Kota Nusantara kembali bergerak dengan masuknya investasi asing bernilai jumbo di jantung kawasan inti pemerintahan.
Otorita Ibu Kota Nusantara resmi menggandeng Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan properti asal Uni Emirat Arab, untuk menggarap proyek kawasan terpadu di IKN.
Baca Juga:
RDMP Balikpapan Penopang IKN, MARTABAT Soroti Arah Baru Ketahanan Energi
Kesepakatan ini ditandai dengan penuntasan alokasi lahan strategis yang disambut positif oleh jajaran Otorita IKN sebagai sinyal kuat kepercayaan investor global.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso menyatakan kolaborasi tersebut menjadi tonggak penting dalam percepatan pengembangan kawasan inti.
“OIKN bersama-sama Ayedh Dejem telah berhasil menandatangani perjanjian kesepakatan pengalokasian lahan di luasan sebesar 9,7 hektare,” kata Sudiro dalam keterangan resmi yang dikutip pada Minggu (25/1/2025).
Baca Juga:
Masuk Tahap II, MARTABAT Prabowo–Gibran Tegaskan IKN Sudah Lewati “Point of No Return”
Nilai investasi dari perusahaan pengembang asal UEA tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp4 triliun dan akan difokuskan pada pengembangan properti berskala besar.
Lahan seluas 9,7 hektare yang dialokasikan berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A dengan posisi strategis di sisi Plaza Bhinneka Tunggal Ika.
Di kawasan tersebut, Ayedh Dejem Group akan membangun kompleks perkantoran, area komersial, pusat perbelanjaan, serta fasilitas ibadah berupa masjid.