Tahapan pra-konstruksi akan diawali dengan pendetailan perencanaan, dilanjutkan proses perizinan dan pelelangan kontraktor dalam kurun waktu paling lambat satu setengah tahun sejak penandatanganan perjanjian pada Kamis (23/1/2025).
Berdasarkan tahapan tersebut, konstruksi fisik direncanakan mulai berjalan pada pertengahan 2027 dan berlanjut secara bertahap hingga lima tahun ke depan.
Baca Juga:
RDMP Balikpapan Penopang IKN, MARTABAT Soroti Arah Baru Ketahanan Energi
Realisasi investasi ini merupakan hasil proses panjang yang mencerminkan komitmen serius kedua pihak dalam membangun Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru.
Sebelumnya, Ayedh Dejem Group telah melakukan kunjungan langsung ke lokasi IKN dan menandatangani Non-Disclosure Agreement pada Rabu (8/5/2025).
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh pimpinan perusahaan dengan menyoroti potensi ekonomi Indonesia dan posisi strategis mitra investasi.
Baca Juga:
Masuk Tahap II, MARTABAT Prabowo–Gibran Tegaskan IKN Sudah Lewati “Point of No Return”
“Bidang kami adalah pengembang real estat,” tutur Syeikh Ayedh Dejem.
“Melihat populasi dan ukuran negara Indonesia yang besar, serta posisi kami dari Dubai yang berada di antara 20 ekonomi terbesar dunia, kami sangat mengharapkan pertumbuhan yang signifikan di bidang pengembangan real estat di Nusantara,” lanjutnya.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur pendukung di KIPP 1A terus berjalan untuk menopang masuknya investasi properti berskala besar.