Tujuannya, agar memperbesar potensi penerimaan masyarakat terhadap PLTN.
Hingga kini, pemerintah mencatat sumber daya uranium sebagai salah satu bahan baku pembangkit nuklir yang telah diestimasi di Indonesia mencapai 89.000 ton uranium (tU3O8), dan sumber daya thorium mencapai 143.234 ton (tTh).
Baca Juga:
8.563 Pelanggan PLN Jabar Manfaatkan Promo Diskon Tambah Daya 50 Persen, Berlaku hingga 27 Juli 2026
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meyakini kandungan uranium sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga nuklir cukup melimpah di Papua.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Riset dan Teknologi Bahan Galian Nuklir (PRTBGN) BRIN, Yarianto Sugeng Budi Susilo, mengatakan bahwa kondisi itu berhubungan dengan geografis Papua di masa lalu.
Meski begitu, belum ada eksplorasi lebih dalam untuk membuktikan potensi ini.
Baca Juga:
Gelegar PLN Mobile 2026 Resmi Digelar, Pelanggan Berpeluang Menang Mobil Listrik
“Yang paling besar [cadangan] memang di Australia, ini mungkin karena kita punya sejarah Australia dengan Papua ini dulunya satu. Saya kira di Papua juga kaya [uranium],” katanya, saat webinar Jumat (12/9/2021). [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.