WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia dan India mempertegas komitmen untuk memperluas dan memperdalam kerja sama strategis di bidang transformasi digital.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, dengan Sekretaris Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India (MeitY), S. Krishnan.
Baca Juga:
Pemerintah Ambil Alih Izin Tambang Pasir Kuarsa, Bahlil: Tata Kelola Harus Dibenahi
Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi dua negara besar di Asia dalam membangun ekosistem digital yang inklusif, berdaulat, serta berkelanjutan.
Pertemuan yang berlangsung di sela agenda AI Impact Summit di New Delhi tersebut menandai babak baru kemitraan digital Indonesia–India.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi strategis guna menjawab tantangan perkembangan teknologi yang kian pesat, sekaligus memastikan pemanfaatannya dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Baca Juga:
Enam Tren Wisata 2025 Mengemuka, Kemenparekraf Siapkan Strategi Besar Hadapi 2026
Wamen Nezar Patria menekankan bahwa kerja sama ini memiliki arti penting dalam membentuk masa depan digital kawasan Asia.
“Kemitraan strategis ini akan menjadi fondasi kuat bagi kedua negara untuk bersama-sama membentuk masa depan digital Asia yang lebih cerah, di mana teknologi menjadi kekuatan pendorong kesetaraan dan pertumbuhan inklusif,” ujar Wamen Nezar di New Delhi, Rabu (18/02/2026).
Dalam pertemuan tersebut, terdapat lima fokus utama kerja sama yang mencerminkan visi bersama kedua negara untuk mengoptimalkan teknologi digital bagi kepentingan publik.
Pertama, Kecerdasan Artifisial (AI) dan Teknologi Baru.
Indonesia menyampaikan minat untuk mempelajari dan mengadopsi pendekatan India dalam demokratisasi kecerdasan artifisial.
Pendekatan ini menekankan agar akses terhadap teknologi AI tidak terpusat pada kelompok tertentu saja, melainkan dapat dimanfaatkan oleh pelaku startup, akademisi, serta masyarakat luas.
Kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan AI berdaulat yang selaras dengan nilai budaya lokal, menjaga keamanan data nasional, serta mematuhi regulasi domestik di masing-masing negara.
Kedua, Infrastruktur Publik Digital (Digital Public Infrastructure/DPI).
Indonesia tengah mengeksplorasi kemungkinan adaptasi model Aadhaar milik India sebagai referensi dalam penguatan sistem identitas digital nasional.
Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, serta akurasi layanan publik.
Selain itu, penguatan GovTech menjadi agenda penting guna menciptakan integrasi antarlembaga pemerintah melalui platform digital yang terkoordinasi.
Indonesia juga berencana melakukan pertukaran keahlian terkait platform e-Sanjeevani di bidang telemedicine serta BISAG-N untuk pemetaan geospasial yang mendukung perencanaan logistik dan pembangunan infrastruktur.
Ketiga, Desain Chip dan Rantai Pasok Semikonduktor.
Kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi pada sektor industri semikonduktor. Indonesia memiliki potensi sumber daya mineral strategis yang dapat mendukung kebutuhan bahan baku industri chip.
Di sisi lain, India menawarkan dukungan melalui fasilitas desain chip berskala besar yang saat ini telah membantu ratusan institusi akademik dan startup.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat rantai pasok hulu hingga hilir serta mendorong transfer pengetahuan dan infrastruktur.
Keempat, Keamanan Siber dan Tanggap Darurat.
Penguatan koordinasi antara lembaga penanganan insiden siber kedua negara menjadi prioritas untuk mengantisipasi ancaman lintas batas.
Pembentukan jalur berbagi informasi antara CERT-In India dan lembaga terkait di Indonesia akan difokuskan pada deteksi dini serta mitigasi risiko keamanan siber.
Selain itu, Indonesia juga akan mempelajari Sistem Dukungan Tanggap Darurat (ERSS) India yang mengintegrasikan layanan medis, kepolisian, dan bantuan darurat lainnya dalam satu platform terpadu berbasis teknologi.
Kelima, Peningkatan Kapasitas dan Pertukaran Talenta Digital.
Pengembangan sumber daya manusia digital menjadi bagian penting dari kerja sama ini. Pemanfaatan National Institute of Electronics & Information Technology (NIELIT) India akan diarahkan pada pelatihan, peningkatan keterampilan, serta literasi digital.
Tak hanya itu, program Startup Tours dan pertukaran inovator juga dirancang untuk membuka peluang kolaborasi lintas negara, sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku startup Indonesia dan India.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, kemitraan digital Indonesia dan India diharapkan mampu mempercepat transformasi digital nasional masing-masing negara.
Kerja sama ini juga menjadi langkah strategis untuk memastikan teknologi digital tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]