Di antaranya lapangan dengan rumput berkualitas tinggi, sistem pencahayaan LED dengan tingkat terang mencapai 1.500 lux, ruang ganti atlet yang representatif, hingga sistem penyiraman otomatis dan drainase yang dirancang optimal untuk mencegah genangan air, terutama saat hujan.
Pelaksanaan pembangunan stadion ini berada di bawah Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Sulawesi Selatan.
Baca Juga:
Bersih-Bersih di Kementerian PU, Menteri Dody Aktifkan Komite Audit
Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor Waskita–Adhi (KSO) dengan pendanaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai sekitar Rp637,15 miliar.
Adapun ruang lingkup pekerjaan mencakup pembangunan struktur utama, arsitektur, serta sistem mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).
Selain itu, pembangunan juga meliputi tribun di empat sisi stadion utara, barat, selatan, dan timur lapangan sepak bola, hingga penataan infrastruktur pendukung serta lanskap kawasan di sekitarnya.
Baca Juga:
Menteri Dody Buka-bukaan, Sebut Deep State di Kementerian PU Libatkan Orang Besar
Pemerintah menargetkan pembangunan Stadion Sudiang rampung pada tahun 2027. Hingga 1 April 2026, proses konstruksi telah memasuki tahap awal berupa persiapan dan pematangan lahan sebagai fondasi pengerjaan berikutnya.
Kementerian PU optimistis proyek ini dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kehadiran stadion ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi peningkatan kualitas pembinaan atlet, tetapi juga dalam melahirkan generasi atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia.