WahanaNews.co | Perpindahan Prabowo Subianto dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ke Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ternyata menyimpan cerita menarik yang mungkin belum banyak yang mengetahui.
Jenderal TNI (HOR) Luhut Binsar Pandjaitan ternyata memiliki peran besar di balik penyelamatan karier militer Prabowo.
Baca Juga:
DPD IPK Kabupaten Karo Periode 2025–2030 Dinakhodai Maha Sendi Milala, Bupati Karo Ajak Pemuda Untuk Mendukung Pembangunan Daerah
Kisahnya diawali dari tarik ulur kepindahannya Prabowo Subianto dari Korps Baret Merah yang kala itu masih bernama Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha).
Lamanya eksekusi kepindahan Prabowo dari Kopassus sempat memantik kemarahan Letjen TNI (Purn) Sintong Panjaitan yang kala itu baru saja menjabat Danjen Kopassus.
Sintong naik emosinya karena Mayor Prabowo Subianto yang saat itu menjabat Wakil Komandan Detasemen 81/Anti Teror tak kunjung pindah ke Kostrad.
Baca Juga:
Efisiensi! Tri Adhianto Kurangi Iring-Iringan Kendaraan Dinas
Padahal, Surat Keputusan (SK) telah dikeluarkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Rudini.
Dalam surat itu seharusnya Prabowo sudah pindah ke Kostrad. Namun hingga serah terima kepada Sintong pemindahan Prabowo belum dilaksanakan.
Akhirnya, pada tanggal 5 Mei 1985, Sintong menjabat sebagai Komandan Kopassandha, tetapi belum melaksanakan pelantikan dan serah terima resmi.