Sehingga seharusnya penempatan atau titik parkir kendaraan listrik tersebut tidak dilakukan secara sembarangan.
“Tetapi saya minta Beam menambah personel untuk menyapu, patroli, kalau ada sepeda yang ditaro sembarangan itu harus digeser. Saya ultimatum dalam jangka waktu satu minggu, persoalan sudah selesai,” tegas Bima Arya, Selasa (25/10).
Baca Juga:
Tersangka Pencuri Sepeda Listrik Ditangkap Polisi di Sibolga
Suami Yane Ardian juga meminta PT Beam untuk memperbaiki koordinat penempatan kendaraan listrik. Serta melakukan sosialisasi kepada warga agar warga paham bagaimana cara menggunakannya.
“Ini masih uji coba. Alhamdulillahh tidak ada laporan kecelakaan, tetapi terus kita perbaiki karena inikan pertama di Indonesia,” paparnya
Namun demikian, kehadiran sepeda listrik di Kota Bogor mendapatkan sambutannya luar biasa. Pada weekend saja mencatat rekor satu hari ada 900 pengguna.
Baca Juga:
RI Ekspor Sepeda Listrik ke Amerika dan Eropa Senilai Rp7,8 Miliar
Ke depan, Bima Arya berharap sepeda dan skuter listrik tersebut bisa mengkoneksikan titik destinasi wisata. Seperti di seputar Sistem Satu Arah (SSA), Mal Botani Square, Kebun Raya Bogor, dan kawasan Suryakencana.
Kedua, lanjut dia, dalam jangka menengah dan jangka panjang, kendaraan listrik ini bisa dijadikan transportasi feeder. Sehingga mempermudah mobilitas perkotaan, bukan hanya di ranah wisata.
“Sekarang ini masih terbatas jalur sepeda di pusat kota. Sejauh ini belum ada laporan kecelakaan Alhamdulillahh tapi kita terus pantau itu,” tuturnya.