WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pelaksanaan puncak ibadah haji di Mina menjadi salah satu fase yang paling padat dan melelahkan bagi jemaah.
Di tengah tingginya aktivitas ibadah serta cuaca yang cukup ekstrem, kualitas pelayanan dan fasilitas yang diterima jemaah menjadi faktor penting dalam menunjang kenyamanan dan keselamatan selama menjalankan rangkaian ibadah.
Baca Juga:
Nihayatul Wafiroh Dorong Modernisasi Alat Kesehatan dan Ambulans untuk Jemaah Haji Indonesia
Anggota Tim Pengawas Haji DPR RI 2026, Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi peningkatan layanan yang diberikan kepada jemaah haji reguler Indonesia.
Penilaian tersebut disampaikan setelah dirinya melakukan peninjauan langsung ke Maktab 14 di kawasan Jamarat, Mina, Makkah, Arab Saudi, Kamis (28/5/2026) malam bersama Rieke Diah Pitaloka.
Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 23.00 waktu setempat itu dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan dengan baik, khususnya pada masa puncak pelaksanaan ibadah haji.
Baca Juga:
Pengawasan Ketat Kesehatan Haji 2026 Dinilai Efektif, Jemaah Wafat Menurun
Dari hasil dialog langsung dengan para jemaah, Bambang mengaku menerima banyak tanggapan positif terkait fasilitas dan layanan yang mereka rasakan selama berada di Mina.
“Alhamdulillah, mereka mengatakan pelayanannya seperti bintang lima. Jadi walaupun mereka membayar reguler, tapi mereka merasa pelayanannya bagus,” ujar Bambang.
Menurutnya, peningkatan kualitas layanan terlihat dari berbagai fasilitas dasar yang kini lebih tertata dan memadai.
Fasilitas seperti pendingin ruangan (AC), tempat tidur yang layak, hingga ketersediaan toilet dan kamar mandi dinilai cukup memenuhi kebutuhan jemaah yang jumlahnya sangat besar selama berada di Mina.
Ia menegaskan bahwa kenyamanan tempat tinggal menjadi aspek penting mengingat jemaah harus menjalani berbagai rangkaian ibadah dengan kondisi fisik yang tetap prima.
Oleh karena itu, fasilitas yang memadai sangat membantu menjaga kesehatan dan stamina jemaah selama menjalankan ibadah.
Selain sarana penginapan, aspek konsumsi juga mendapat penilaian positif. Berdasarkan keterangan yang diterima dari para jemaah, makanan yang disediakan selama di Mina dinilai cukup baik dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.
Meski demikian, terdapat sejumlah masukan terkait variasi menu, khususnya penambahan porsi sayuran hijau pada penyelenggaraan haji mendatang.
“Tadi kita tanyakan gizinya cukup baik, sehingga tidak ada yang dikeluhkan oleh mereka. Jemaah hanya mengeluhkan masalah sayur saja, di mana sayur hijau itu perlu ditambah lagi pada tahun-tahun depan,” katanya.
Di bidang kesehatan, Bambang juga menyoroti peran aktif tenaga medis yang terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah.
Kehadiran dokter dan petugas kesehatan secara intensif dinilai mampu memberikan rasa aman, terutama bagi jemaah yang memiliki risiko kesehatan atau membutuhkan perhatian khusus selama menjalani ibadah.
Salah satu fasilitas yang mendapat apresiasi tinggi dari para jemaah, terutama kelompok lanjut usia, adalah penyediaan mobil golf menuju area lempar jumrah.
Fasilitas tersebut sangat membantu jemaah yang mengalami keterbatasan fisik atau tidak sanggup berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh menuju kawasan Jamarat.
“Golf car ini memberikan pelayanan untuk orang-orang tua, ibu-ibu, dan sebagainya yang tidak kuat untuk menuju ke tempat lempar jumrah,” ujarnya.
Keberadaan mobil golf dinilai menjadi solusi efektif untuk memudahkan mobilitas jemaah lansia, perempuan, serta mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Dengan dukungan fasilitas tersebut, jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih nyaman dan aman.
Bambang juga memberikan apresiasi terhadap penempatan maktab jemaah reguler yang relatif dekat dengan lokasi lempar jumrah.
Menurutnya, jarak yang lebih dekat mampu mengurangi kelelahan jemaah sekaligus mempermudah mobilitas mereka pada fase yang paling padat dalam pelaksanaan ibadah haji.
“Ini yang menurut saya sangat bagus, untuk ke depannya bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” tuturnya.
Ia berharap berbagai peningkatan layanan yang telah dirasakan jemaah pada musim haji tahun ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Dengan pelayanan yang semakin baik, jemaah Indonesia diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan lebih khusyuk, aman, nyaman, dan sehat hingga kembali ke Tanah Air.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]