Amran mewakili profesionalisme dan daerah Timur. Ia lahir di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada tanggal 27 April 1968.
Ia menikah dengan Martati dan dikaruniai empat orang anak, yakni Andi Amar Ma’ruf, Andi Athira, Andi Muh. Anugrah, dan Andi Humairah.
Baca Juga:
Prabowo Bilang Banyak Negara Kesulitan Pangan, Ada Mau Beli Beras RI Minta Diskon
Amran Sulaiman bergabung dengan perusahaan pelat merah, PTPN XIV, pada tahun 1997.
Ia pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Logistik di perusahaan tersebut, namun akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.
Namun, keputusan untuk keluar dari PTPN XIV tidak membuat semangat dan kreativitas Amran surut.
Baca Juga:
Perang di Timur Tengah, Mentan Sebut Bawa Keuntungan Tak Terduga ke Petani
Ia terus mengembangkan inovasi-inovasi di bidang pertanian, seperti cara mengatasi hama tikus, pembuatan pestisida, dan penanggulangan hama-hama lainnya.
Dia melakukan uji coba, presentasi, dan berhasil mendapatkan Hak Paten Alat Empos Tikus “Alpostran”.
[Redaktur: Zahara Sitio]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.