WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Pengendalian Pembangunan dan Investasi Khusus (Bappissus) menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Upaya ini dinilai krusial guna mencegah potensi terjadinya kasus keracunan makanan secara massal yang dapat membahayakan penerima manfaat.
Baca Juga:
Dukung Peternak Rakyat, BGN Larang SPPG Beli Telur Melalui Supplier
Kepala Bappissus Aris Marsudiyanto mengungkapkan bahwa isu keamanan pangan menjadi perhatian utama dalam program tersebut.
Menurutnya, aspek ini tidak hanya menyangkut keberhasilan program, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan dan kesehatan masyarakat yang menjadi sasaran program.
“Kita harus menekan angka keracunan hingga nol dalam program ini. Semua pihak harus berkontribusi dalam pengawasan kualitas makanan,” kata Aris, saat memberikan sambutan dalam Pembukaan APPMBGI National Summit 2026 di Jakarta, Sabtu, 25 April 2026.
Baca Juga:
DPR Dorong Telur Bebek Masuk Program MBG, Dinilai Bantu Gizi dan Peternak Nasional
Ia menambahkan, meskipun program ini menghadapi berbagai tantangan di lapangan, seluruh pihak diminta tetap solid dan berkomitmen untuk menjaga kualitas pelaksanaannya.
Program MBG dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
“Program ini harus sukses untuk menciptakan generasi sehat dan cerdas. Kita ingin menurunkan stunting dan meningkatkan kualitas anak Indonesia,” katanya.