Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang akan menjadi dasar pelaksanaan program ke depan.
Para pihak telah menyepakati substansi kerja sama dengan sejumlah penyesuaian, khususnya pada ruang lingkup program, pembagian tugas dan tanggung jawab, serta mekanisme pelaporan dan evaluasi yang direncanakan berlangsung secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun.
Baca Juga:
Kemenko PMK Bahas Pengembangan Platform Inovasi Kebencanaan Bersama Akademisi UGM
Ke depan, kolaborasi ini akan memperkuat pelaksanaan program unggulan Kemenko PMK bertajuk “Kita Tangguh”.
Program tersebut akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari mitra pembangunan, relawan, organisasi masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem mitigasi bencana berbasis platform mitigator.id.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup berbagai kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat, seperti pelatihan, sertifikasi, serta penyediaan konten edukasi terkait mitigasi bencana.
Baca Juga:
Pemanfaatan AI di Sekolah Kini Diatur, Pemerintah Tekankan Kesiapan dan Usia Anak
Melalui langkah ini, Kemenko PMK bersama Tenggara Foundation berkomitmen untuk memperluas akses informasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana berbasis teknologi.
Kemenko PMK menegaskan bahwa pengembangan platform mitigator.id merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem kesiapsiagaan nasional.
Dengan memadukan teknologi dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Indonesia dapat memiliki masyarakat yang lebih tangguh, adaptif, serta berkelanjutan dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa depan.