KNKT tidak hanya fokus pada data kereta, tetapi juga tengah mengunduh data elektronik dari taksi yang ikut terlibat dalam rangkaian kejadian tersebut.
Menurut Soerjanto, data dari kendaraan itu penting untuk mencocokkan kronologi kejadian dengan keterangan pengemudi dan saksi di lokasi.
Baca Juga:
BPK Tak Monopoli Kerugian Negara, Kejagung Pastikan BPKP Tetap Berwenang
“Sebagian data sudah kami peroleh tapi kami juga perlu mengklarifikasi lagi dengan pengemudinya, nanti kalau data yang di mobil taksi itu kan ada blackbox-nya juga. Ini lagi kita unduh nanti setelah kita evaluasi dan nanti kita akan bertanya lagi kepada pengemudinya ataupun orang-orang di sekitarnya apa yang terjadi di taksi green taksi tadi,” tutur Soerjanto.
Meski proses investigasi belum rampung, Soerjanto memastikan seluruh pihak yang dimintai keterangan bersikap kooperatif.
“Kooperatif, enggak ada halangan kalau kita minta keterangan,” tegas Soerjanto.
Baca Juga:
Nadiem Makarim Syok Dituntut 18 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp5 Triliun: Lebih Berat dari Teroris
Saat ditanya mengenai target penyelesaian investigasi, KNKT menegaskan belum bisa menentukan tenggat waktu karena masih ada data yang belum berhasil diakses.
“Kami belum bisa tentukan karena masih ada data-data yang belum bisa kita buka,” ujar dia.
Soerjanto menegaskan bahwa fokus KNKT bukan mencari siapa yang harus dipersalahkan, melainkan mengidentifikasi akar masalah demi mencegah tragedi serupa terulang.