“Kita enggak cari mengarah ke siapa tapi kita apa penyebab dari kecelakaan dan hasilnya adalah rekomendasi untuk keselamatan,” pungkas Soerjanto.
Sebelumnya, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mempertanyakan lambatnya proses investigasi KNKT dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga:
BPK Tak Monopoli Kerugian Negara, Kejagung Pastikan BPKP Tetap Berwenang
“Pak KNKT kita berharap, Pak. karena alasan Pak Menteri (Perhubungan) ini karena hasil investigasi KNKT belum selesai, saya juga bingung Bapak kok lama banget investigasi ini,” ujar Lasarus.
Politikus Indonesian Democratic Party of Struggle itu menilai penyebab kecelakaan seharusnya lebih cepat diungkap karena seluruh instrumen pendukung masih tersedia di lokasi.
“Ini kan bukan pesawat yang meledak itu semua ada di situ kok pak instrumennya semuanya ada orangnya ada ya kan? Semua ya bisa tanpa peralatan khusus lah ini semua secara kasat mata bisa dilihat enggak perlu cari kotak hitam juga,” kata dia.
Baca Juga:
Nadiem Makarim Syok Dituntut 18 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp5 Triliun: Lebih Berat dari Teroris
Kecelakaan terjadi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB ketika KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.
Total korban dalam tragedi tersebut mencapai 106 orang, dengan 16 orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.