"Kami di Komisi VI, dalam rapat-rapat, lebih menekankan bagaimana listrik masuk ke pelosok desa. Kemudian mendorong soal UMKM go digital, termasuk mengenai percepatan pasokan (jaringan) listrik," ujarnya pula.
Terkait pertanyaan itu, Menteri BUMN, Erick Thohir, menegaskan, isu mengenai penghapusan subsidi listrik datangnya bukan dari kementerian yang dipimpinnya.
Baca Juga:
Penguatan Statistik Kelistrikan Nasional Digenjot, ALPERKLINAS: Ini Momentum Reformasi Berbasis Data
Ditegaskan pula bahwa isu tersebut tidak pernah dibahas dalam forum resmi, seperti rapat kerja dengan DPR.
"Inilah kenapa ketika ada isu mengenai 450 VA, kami dari Kementerian BUMN sempat bertanya-tanya. Dan saya yakin di Komisi VI tidak pernah membahas hal ini, dan saya yakinkan itu," katanya, menegaskan.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan bahwa pemerintah sama sekali tidak punya rencana untuk menghapus golongan listrik subsidi 450 VA.
Baca Juga:
AALPERKLINAS: Pemerintah Jangan Buru-buru Pangkas Subsidi Listrik Sebelum Tarif Terjangkau bagi Konsumen Ekonomi Lemah
Pemerintah juga tidak memiliki satu pun rencana untuk mengalihkan subsidi listrik 450 VA menjadi 900 VA.
"Tidak ada, tidak ada penghapusan untuk yang 450 VA. Tidak ada juga perubahan dari 450 VA ke 900. Nggak pernah. Nggak pernah kita berbicara mengenai itu, nggak ada," kata Presiden Jokowi, seperti disiarkan di kanal YouTube @Sekretariat Presiden. [gun]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.