“Talenta Indonesia itu mampu untuk menembus pasar global. Itu yang paling penting. Buktinya tadi kita sudah ikut serta di dalam berbagai produksi internasional,” ujar Evita dalam pertemuan bersama Pihak Ayena Studio, Perwakilan kementerian Ekonomi Kreatif dan sejumlah pemangku kepentingan.
Menurut Evita, keterlibatan studio animasi Indonesia dalam proyek-proyek produksi luar negeri menjadi indikator bahwa industri animasi nasional mulai mendapatkan pengakuan dari pasar internasional.
Baca Juga:
Era Baru Industri, Konsumen Kini Cari Brand Halal yang Otentik
Dalam pemaparan yang disampaikan kepada Panja, Ayena Studio menjelaskan bahwa pihaknya telah berpartisipasi dalam sejumlah proyek internasional bersama rumah produksi besar dari berbagai negara, meskipun sebagian keterlibatan masih dilakukan pada tahapan produksi tertentu.
Perkembangan tersebut semakin diperkuat dengan keberhasilan Ayena Studio menjalin kerja sama co-production bersama rumah produksi asal Rumania dalam proyek animasi berjudul Gladiator.
Dalam proyek tersebut, sekitar 90 persen proses pengerjaan dilakukan di Indonesia. Model kolaborasi seperti ini dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan mitra internasional terhadap kemampuan studio animasi dalam negeri.
Baca Juga:
Dari Mandalika untuk Dunia, ALPERKLINAS: PLN Perkuat Posisi Indonesia di Kancah Global
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai bahwa selama ini kontribusi ekonomi kreatif nasional masih banyak ditopang oleh sektor kuliner, kriya, dan fesyen.
Meskipun ketiga subsektor tersebut tetap penting, ia berpandangan bahwa industri digital berbasis IP memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus penggerak ekspor kreatif Indonesia di masa depan.
“Ke depan ini Kementerian Ekraf itu lebih fokus untuk hal-hal yang berkaitan dengan industri yang berbasis IP. Kalau fashion, kriya, makanan, minuman, kuliner ini sudah banyak kementerian yang handle,” tegasnya dikutip dari situs resmi DPR RI, Minggu (07/06/2026).