"Pengawasannya buruk, koordinasinya kacau, kontrol kualitasnya juga masih bermasalah," ungkap Charles.
Kondisi tersebut dinilai harus menjadi fokus utama pemerintah sebelum melahirkan berbagai wacana baru yang berpotensi mengalihkan perhatian dari persoalan mendasar.
Baca Juga:
Kasus Wanita Tewas di Hotel Jaksel Terkuak, Pelakunya Ternyata Anak di Bawah Umur
"Ini yang harus dibereskan dulu," tegasnya.
Charles mengingatkan agar energi dan sumber daya yang tersedia tidak habis untuk membahas perluasan program, sementara berbagai tantangan di dalam negeri masih belum terselesaikan.
"Jangan sampai energi habis buat bikin wacana baru, sementara urusan di dalam negeri masih berantakan," katanya.
Baca Juga:
Warga Jambi Demo Tolak Zona Merah di DPRD Kota Jambi
Lebih lanjut, Charles menegaskan ukuran keberhasilan program MBG tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran yang terserap atau jumlah penerima manfaat yang diklaim pemerintah.
"Ukuran keberhasilan MBG itu bukan berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak klaim penerima manfaat," tuturnya.
Menurut dia, aspek yang jauh lebih penting adalah kualitas makanan yang diterima peserta program serta jaminan bahwa pelaksanaan MBG berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.